Super odang

Teringat masa ketika kami sedang mengadakan acara di auditorium SBM satu atau dua tahun lalu dan sesosok hitam datang mengetuk pintu dengan terburu buru.

Bukan setan. Tetap manusia.

‘ini acara sampe jam berapa ya mas?’ sudah hampir pasti keluar dari mulutnya, dan setiap mereka yang menjadi penanggungjawab acara sudah pasti harus menanggapi pertanyaan tersebut dengan uang sejumlah 30 sampai 50 ribu.

Sosok hitam (kulitnya) itulah yang sebenarnya berjuluk odang. Entah benar dirinya diberi nama seperti itu oleh orangtuanya – cukup kejam jika benar – atau seperti yang rumor katakan, bahwa odang berarti ‘otak udang’, maaf.. ‘dagang’

Lalu odang pun pergi

Tanpa ada yang merindu dirinya.

Sekarang, parkiran belakang SBM diawasi oleh beberapa orang yang sosoknya tidak se monumental odang sebelumnya. Mereka cenderung lebih kalem, tidak heboh sendiri jika ada banyak mobil yang parkir hingga terlalu malam. Yang mereka lakukan hanya… meminta uang lembur.

Mungkin karena itu julukan odang tidak bisa hilang, tetap melekat meski yang tadinya hitam kecil dan satu (orang), berubah menjadi gemuk tinggi dan tiga (orang)

Ohya, odang baru cenderung lebih rajin namun bodoh.

Itulah problem yang kami hadapi, dan kemudian berusaha kami selesaikan dengan khayal.

Sebuah parkiran super. Dengan fitur super. Keamanan super. Pengorganisiran yang amat super. Dan tetap dikelola oleh odang, bukan Mario teguh.

Pertama, setiap orang yang datang akan mendapatkan sebuah kartu. Kartu super otomatis yang akan menunjukkan parkiran mana yang kosong, tanpa harus mikir mikir mau markir dimana. Kita bisa membayar dengan kartu ini, berkat barcode yang tersedia, luarbiasa super bukan?

Dari bentuk lahan parkirnya sendiri, tidak lagi seperti sekarang yang banyak spot offroadnya, namun rata dan bergarasi!! Akan ada sekat penutup di setiap ruang parkir yang tepat berukuran satu mobil dan bisa dikunci dengan kartu super yang diberikan di awal. Sehingga tidak mungkin ada kejadian mobil dicuri, kamera hilang, atau kunci mobil ketinggalan di dalam mobil orang lain berkat peminat valet yang terlalu heboh.

Salah satu fitur yang luarbiasa keren meskipun luarbiasa tidak mungkin adalah adanya basement di odang!

Bagaimana cara membuatnya? Bukan urusan kami. tapi yang pasti, dengan adanya basement maka jumlah lahan parkir akan bertambah, dan semua orang senang.

Sistem, dalam penggunaan basement amatlah krusial dan monumental. Diawali dengan pembentukan alur utama, yaitu dibuatnya dua jalur sehingga tidak ada mobil dari dua arah berbeda yang harus bergantian melewati satu jalur. Kemudian, di ujung parkiran ini, dibuat sebuah lift mobil, yang juga berfungsi ganda sebagai pemutar  arah mobil. Jadi ketika pengendara menginjak platform berbentuk bulat di ujung jalan parkir odang, diberikan dua opsi, untuk pergi ke basement (yang membuat platform ini akan turun ke bawah) atau berjalan langsung mencari parkir di sisi kanan (yang membuat platform berputar mengarahkan mobil ke arah berlawanan di jalur lain).

Dengan beberapa fitur tambahan ini, dan berkat segala bentuk otomatisasi dari sistem parkir, maka gerombolan tukang parkir yang kurang cerdik ini tidak lagi berperan terlalu besar, yang berarti mereka tidak berkesempatan merusak hari hari mahasiswa seperti biasanya. Satu satunya pekerjaan kecil dari mereka adalah mereka akan dipakaikan baju dengan banyak kantong untuk menaruh puluhan kunci mobil pengguna fitur valet.

Mereka tidak banyak kerjaan, cenderung gaji buta. Mahasiswa di sisi lain, merasa senang karena tidak harus berurusan dengan segala anomali parkir memarkir. Sebuah sistem yang menyenangkan, namun akankah berhasil?

Mungkin…… kisah cinta penulis cerita ini hanya sekedar khayal

namun tidak begitu untuk kisah parkiran super odang. Akan selalu ada jalan. Akan selalu ada kesempatan. Selama seseorang selalu mau berharap. perasaan akan selalu terjawab.

Ctt: terlihat sosok odang lama di arak arakan wisuda SBM. Mungkin ia datang untuk merealisasikan proyek ini dan membangun kembali rezim lama nya.

Advertisements